Dari 4 Kuadran yang akan kita pelajar pada bagian pertama ini, kemarin kita sudah belajar tentang TIDAK DISADARI, TIDAK DIANTISIPASI dan hari ini kita akan belajar tentang TIDAK DISADARI, DIANTISIPASI.

Bagaimana mungkin DELAY yang tidak disadari dapat diantisipasi?

Sebuah Perusahaan atau Bisnis yang mungkin saja TANPA SENGAJA memperbaiki sebuah masalah dengan sebuah solusi yang sebenarnya tujuan awalnya diciptakan bukan untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Contohnya ketika perusahaan menaikkan limit wewenang seorang Service Manager dengan alasan karena General Manager akan dinas ke luar negeri selama 3 bulan, tanpa disadari dalam 3 bulan tersebut kecepatan frontliners melayani transaksi jadi lebih cepat, antrian jadi lebih pendek, DELAY menjadi lebih terkelola.

Mengapa?

Karena birokrasi jadi lebih pendek. Banyak transaksi jadi selesai lebih cepat dan dampaknya DELAY menurun drastis.

Apa yang kemudian harus dilakukan?

Jika memungkinkan untuk dipermanenkan maka aturlah menjadi sebuah SOP baru untuk mempermanenkannya.

Kondisi dalam Kuadran ini baik tapi bukan ini yang seharusnya terjadi karena sebenarnya yang menjadi masalah adalah Perusahaan atau Bisnis tidak menyadari atau tidak mendengar Voice of Customer. Mereka tidak memiliki Feedback System. Masalah selesai dengan tidak sengaja bukan dengan sengaja karena disadari.

Demikian pembelajaran hari ini, hari berikutnya kita akan belajar tentang Kuadran DISADARI, TIDAK DIANTISIPASI

Pertanyaan yang paling penting adalah apakah Perusahaan anda sudah memiliki FEEDBACK SYSTEM? Jika punya, seberapa kuat FEEDBACK SYSTEM yang Perusahaan anda miliki?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *