Hari ini kita belajar tentang INCORRECT INVENTORY yang menjadi salah satu WASTE yang berpotensi menciptakan Negative Customer Experience dan besok saya akan bagikan tentang INCORRECT INFORMATION

Jika kita mencermati Customer Behavior, maka kita akan menemukan sebuah pola behavior. Contohnya jika anda ada dibisnis restoran maka akan terlihat di jam berapa Restoran anda cenderung ramai, di hari apa Restoran menjadi lebih ramai. Dan di masa apa Restoran anda membludak dan kewalahan dengan banyaknya kunjungan dan pesanan Customer.

Dan betapa menyebalkannya jika sebagai Customer saat ingin memesan makanan yang diinginkan, waiter berkata, “maaf pak/bu yang itu kosong/sold out”.

Namun dilain waktu, Restoran tersebut harus membuang sayur atau daging karena kelebihan stock dan sudah terlalu lama disimpan di freezer.

Atau contoh lainnya di sebuah Restoran Ayam cepat saji, cook-nya terlalu banyak menggoreng ayam sehingga dalam waktu tertentu, ayam tersebut harus diturunkan dari rak karena menurut standar layanan ayam tersebut sudah tidak layak saji.

Contoh yang pertama menciptakan Negative Customer Experience yang bukan tidak mungkin anda kehilangan Customer, yang artinya anda kehilangan potensi keuntungan.

Contoh yang kedua menciptakan biaya tinggi yang akan menggerogoti laba/keuntungan perusahaan anda.

Lihat Service Excellence bukan cuma soal Senyum – Salam – Sapa seperti yang banyak diajarkan di Kelas-kelas Training. Service Excellence adalah sesuatu yang strategis. Jadi masih menganggap Service Excellence tidak penting?

Bagaimana mengatasi WASTE ini? Pelajari Customer Behavior dari bisnis anda. Kapan waktu mereka membeli lebih banyak, dan kapan tidak. Apa yang paling banyak dibeli dan apa yang tidak. Pelajari, cermati Pola Behavior mereka berinteraksi dengan anda dan antisipasilah WASTE anda ini.

Mau mendiskusikan hal ini dengan saya?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *