MENDENGARKAN ADALAH LEBIH DARI SEKEDAR TIDAK BERBICARA

MENDENGARKAN ADALAH LEBIH DARI SEKEDAR TIDAK BERBICARA

Salah satu keahlian dan keterampilan yang perlu dimiliki oleh seorang COACH adalah kemampuan MENDENGARKAN. Kata MENDENGARKAN ini terdengar begitu sederhana dan seolah-olah begitu mudah untuk dilakukan. Namun berdasarkan pengalaman dan pengamatan penulis, bagian atau keterampilan paling sulit untuk dikuasai adalah keterampilan MENDENGARKAN.

Penulis tidak akan membahas tentang level – level dalam Seni MENDENGARKAN seperti yang biasa penulis bawakan dalam kelas-kelas COACH Training. Biarlah materi itu tetap menjadi bahasan di kelas COACH Training atau mungkin juga suatu saat penulis akan menuliskannya ke dalam sebuah artikel secar lebih detil.

Bagi COACH pemula, MENDENGARKAN sering diterjemahkan sebagai duduk diam mengamati Coachee bicara, tidak menyela, dan sikap tubuh menunjukan sikap empati se-empati bahkan semanis mungkin. Kadang – kadang penulis tertawa dalam hati melihat bagaimana para COACH pemula ini melatih kemampuan Seni MENDENGARKAN ini dan jangan – jangan Mentor COACH penulis pun mungkin dulu tertawa juga melihat penulis sedang melatih ini.

Benarkah ketika kita duduk diam di hadapan Coachee, seolah memperhatikan, kemudian kita tidak berbicara apapun itu dapat disebut MENDENGARKAN? MENDENGARKAN adalah lebih dari sekedar duduk diam, memperhatikan dan tidak berbicara apa-apa.

MENDENGARKAN artinya memberikan perhatian penuh atas apa yang Coachee sampaikan, bukannya sibuk dengan argumentasi yang muncul di benak COACH itu sendiri. Akan percuma sikap duduk yang penuh empati, memberikan eye contact, duduk diam tidak menyanggah namun di dalam benak COACH penuh dengan argumentasi-argumentasi yang seolah-olah di rancang untuk menjawab permasalahan Coachee.

Saat terjebak dalam kondisi ini membuat seorang COACH melupakan salah satu prinsip Coaching yaitu bahwa Coaching didasarkan atas agenda Coachee bukan agenda COACH. Yang akhirnya membawa COACH untuk tidak lagi menggunakan keterampilan bertanyanya untuk melakukan probing lebih lanjut dalam upaya mendapatkan resource dari Coachee.

Penulis menyadari bahwa untuk meningkatkan atau memiliki keterampilan MENDENGARKAN hanya melewati latihan, latihan dan latihan. Berlatih untuk fokus mendengar apa yang Coachee sampaikan. Berlatih untuk tulus mendengar. Berlatih untuk memandang bahwa orang yang ada di hadapan COACH adalah orang yang resourceful.

Selamat Melatih Keterampilan MENDENGARKAN.



One Response to “MENDENGARKAN ADALAH LEBIH DARI SEKEDAR TIDAK BERBICARA”

  1. supriyanto says:

    mendengarkan adalah kunci keberhasilan dalam coaching dan hanya bisa dilakukan apabila hati kita tulus tanpa maksud menggurui ya Coach.

    Salam

Leave a Reply